Keamanan diri

Keamanan diri Anda terletak pada diri Anda sendiri

Mengapa demikian? Seberapa tinggi tingkat keamanan seseorang terbesar dipengaruhi oleh faktor pemilik tersebut. Disini saya akan mengambil contoh sederhana.
1. Pengetahuan (pemahaman)
Misal, Anda tahu di Internet sering ditemukan kasus penipuan. Dengan mengetahui itu, Anda akan lebih berhati-hati dan waspada dalam melakukan perjanjian, pertemuan, jual-beli, dll.
2. Cara
Kewaspadaan dan kehati-hatian Anda merupakan sebuah bentuk perlindungan keamanan diri. Cara lain yang dapat ditempuh antara lain dengan meminta saran-saran dari yang sudah berpengalaman untuk menghindari terjadinya penipuan.
3. Pendukung
Semua yang mendukung perlindungan keamanan disini saya sebut “pendukung.” Sebagai contoh media pendukung, jika Anda memilki akun jejaring sosial seperti Facebook, Anda dapat mencari halaman atau bergabung dengan sebuah grup. Dari sana Anda akan menemukan banyak informasi yang akan mendukung Anda nanti.
4. Masalah tak terduga
Anda sudah melakukan semua hal dengan baik dan benar, tetapi muncul sebuah masalah yang tak terduga. Misal, barang yang Anda beli berbeda dengan yang diinginkan. Terkadang barang yang beli berbeda sedikit dengan yang diilustrasikan, tetapi jika berbeda jauh maka itu bisa disebut sebuah penipuan.
Maka, anda bisa melaporkan pada Admin pemilik situs/grup dengan memberikan informasi dan bukti. Beberapa Admin mungkin tidak bisa menguruskan masalah ini pada hukum, maka Anda bisa melaporkan pada organisasi pelaporan cyber crime. Sebaiknya dilakukan secara cepat. Mengurus masalah semacam ini mungkin membutuhkan waktu sedikit lama, maka dari itu banyak orang yang asal menerima dan tidak mau mengurus masalah tersebut. Tetapi melaporkan masalah ini lebih baik, apalagi jika Anda sudah mengeluarkan banyak uang.

Selamat berakhir pekan,
– HardAkito

Miku Expo in Indonesia bagi HardAkito

Di dalam post ini saya akan sedikit berbagi cerita saya saat datang ke Miku Expo untuk melihat konser Miku yang sudah saya nantikan.

Sebagai seorang weaboo seperti saya dapat datang ke Miku Expo meskipun hanya menonton konsernya saja dan bahkan dengan tiket BRONZE adalah suatu anugerah. Menembus pembatas yang disebut “pintu” dan akhirnya dapat melihat langsung konser Miku rasanya itu, “Ohhh~!! Miku! Ini Miku beneran. Wow! Aku tidak bermimpi kan,” meski datangnya telat dan tidak sempat melihat Miku menyanyikan Senbonzakura, salah satu lagu kesukaan saya waktu itu, sekarang saya masih suka tetapi tak begitu listen lagunya sesering dulu. Di dalam ruangan konser, jujur saja saya seperti anak kebingungan, sebab saya belum pernah sama sekali merasakan suasana semacam ini. Waktu itu saya juga lupa beli glow stick gara-gara terburu-buru. Habis nontonpun saya ambil beberapa foto lalu langsung keluar dan pulang, karena paman dan bibi yang mengantarkan saya sudah menunggu, lagipula sudah malam. Aduh, saya juga lupa saya mau beli sedikit kenang-kenangan sebelum keluar. Mau bagaimana lagi, sudah terlanjur, paling tidak ada poster gratis yang diberikan saat saya keluar dari ruangan konsernya, yang sekarang poster itu saya pajang di kamar saya.

Ada banyak hal yang saya alami sebelum dapat datang ke Miku Expo. 27 Februari 2014, diumumkan bahwa Hatsune Miku datang ke Indonesia, mendengar itu saya senang sekali. Tetapi di dalam kesenangan itu, juga ada kekecewaan yang mendalam. Saya waktu itu masih kelas 3 SMP, tentu saja saya disibukkan dengan urusan sekolah seperti les, Tes Uji Coba, dan Ujian Nasional maupun sekolah. Selain itu, jika saya bisa punya kesempatan untuk datang, saya belum tentu mendapat ijin dari orang tua. Dari kekecawaan yang mendalam ini, sayapun mencoba melupakan semua ini bahkan keinginan saya untuk datang ke Miku Expo, dan lari ke dunia game. Menjadi ‘game addict’, menghabiskan uang yang saya miliki waktu itu, meski saat disibukkan dengan urusan sekolah, untuk melupakannya, jujur saja saya bisa benar-benar lupa tentang Miku Expo. Tetapi pada akhir bulan April, saya mendengar banyak rumor buruk tentang fans Miku di Indonesia. Singkat saja, ada orang yang berkomentar tanpa berpikir mengatakan bahwa lebih baik menonton di Youtube daripada menonton konsernya secara langsung dan parahnya itu diposkan di Fanspage Miku Expo in Indonesia sendiri. Lebih parahnya, ada yang menanggapi baik post itu. Saya kecewa tetapi melihat kembali diri saya membuat saya lebih kecewa. Saya bukannya berusaha agar saya dapat datang malah saya berusaha lari dari kenyataan. Banyak cara yang saya tempuh agar sesampainya saya dapat ijin untuk menonton konsernya. Yup, dan akhirnya saya dapat datang ke Miku Expo. Miku, terima kasih telah datang ke Indonesia, kau telah memenuhi salah satu harapanku.

Ada banyak hal yang saya pelajari dengan adanya Miku Expo in Indonesia ini.

Pertama, Miku datang ke Indonesia dan saya dapat menonton live concertnya.

Kedua, Jangan cepat menyerah.

Ketiga, Untuk mendapat sesuatu yang kita inginkan dibutuhkan usaha keras.

Sedia payung sebelum hujan. Sedia uang sebelum expo selanjutnya datang.

Terakhir, saya mengetahui bahwa ada banyak lagu Vocaloid yang belum saya kenal dan juga saya sekarang mengerti apa saja yang harus saya lakukan saat di acara semacam ini (Tidak menjadi anak kebingungan lol).

Sekian saja yang ingin saya katakan. Bagi yang belum dapat datang ke Miku Expo, jangan cepat putus asa. Pasti masih ada kesempatan di lain waktu, meski menontonnya bukan di Indonesia.

Have a nice day,

-HardAkito