How-to Sekai Seifuku [Neru/OshiireP][Kagamine Twins/Fukase][Indonesian Translation v.1]

World_Domination_How-to

“Cara Penguasaan Dunia”

 

menunjukkan selalu wajah menangis, siapakah itu?

tertawalah dan melawan baliklah

sekarang terlihat

benda ini adalah

sebuah bom atau pisau keduanya bukan, namun

 

mulai hari ini apapun yang akan terjadi, berjanjilah

tanda harga di punggung itu akan disobek

rapuh kelihatannya

setiap hari, tetapi

membuangnya masih terlalu cepat, tahu

 

hari ini di sebuah papan dari

stasiun pemberhentian terakhir

diriku besok yang masih menunggu

yang egois juga bodoh itu tuanku, menunggunya

 

entah tahun-tahun berlalu mobil terbang di langit

pasti tahun-tahun berlalu mesin-mesin berbicara

apapun yang ingin dikatakan

sebelum senang memakainya

hati yang terluka ini mohon sembuhkanlah

 

di sebuah macam langit misilpun terbang ke sana

semacam itu kebahagian dimintai darinya

orang yang baik, kuharus menjadi mereka

aku adalah aku, mengakui itu apa bisa

 

mengangkat kepala dan menghadap ke depan, kumengatakannya

di kegelapan depan dan apapun tidak ada

sendiriankah?

atau bersamakah?

kesepian tetap kesepian, tidak akan berubah

 

keinginan mati

menyanyikan lagu semacam itu

itu lagi mudahnya menjauhkan taruhan

 

walau begitu

melakukan itu tidaklah cukup

dari bibir keluarlah kata-kata, entah mengapa

tak bisa ditemukan

 

diriku hari ini lagi akan

dalam arkade aku mengalah

hari esok tidak datang akan bagus

kereta terakhir peluitnya mengganggu kembali bersuara

 

walau kusebut sesuatu cinta dan berlaku dingin

pasti kesadaran dosa diserang perasaan nyataku

bagaimana, diriku saat ini

sungguh, tiada yang bisa dilakukan

diamlah dirimu itu sangat aku benci

 

di sebuah macam langit misilpun terbang ke sana

semacam itu hidup pun terasa darinya

orang yang baik, kuharus menjadi mereka

aku adalah aku, ingin mengakui itu

orang yang baik, kuharus menjadi mereka

hati ini mulai kaku kedinginan

Saikyouiku [Indonesian Translation v.1][Neru/OshiireP][Kagamine Twins]

Saikyouiku

“Pembelajaran Ulang”

 

Di jalan raya melawan masa depan tertutup kami

Di atap matanya tertutup, gravitasi dilawannya

 

Moral andai mati saja, kaleng kola pun aku tendang

Masa muda, inikah itu ya? Berapa kali telah aku katakan?

 

Terburu-buru kehidupannya, ke gudang kemarin pergilah dia

Dengan wajah yang menyimpang perban plastik pun melukai lehernya

 

Dengan pisau egois mimpi pun diancam, hari esok kami pun menjerit

“Tolong aku” sebuah suara, perisai kesendirian menghalanginya

Keadilan yang dapat dibeli membunuh mimpi, hari esok kami pun menumpahkan darah

Tidak berguna kami katakan dan membakar setumpukan kenangan

 

Benarlah, tanpa sebuah ambisi hari kami tak selalu begitu

Masa kecil pada diri kami pun menunjuk kami dan tertawa

 

Seperti sebuah tumpukan sampah judi dimainkannya, dia juga

Jauh dulu ia punya seorang istri dan anak perempuan yang dicintainya

 

Dengan pisau egois mimpi pun diancam, hari esok kami pun menjerit

“Tolong aku” sebuah suara, perisai kesendirian menghalanginya

Keadilan yang dapat dibeli membunuh mimpi, hari esok kami pun menumpahkan darah

Tidak berguna kami katakan dan membakar setumpukan kenangan

 

Tak akan tersembuhkan kesendirian kami bagaimanapun

Selain dari kami etika ditaksir tinggi

Tak terbayangkan kebahagiaan sebenarnya

Katakan kumohon, katakanlah saja

 

Pada dunia ini katakan “selamat tinggal”

Berlarilah hanya suara yang nyata

Dengarkanlah perkataanku, atau guru

Kulaporkan padanya

 

Dengan pisau egois mimpi pun diancam, hari esok kami pun menjerit

“Tolong aku” sebuah suara, perisai kesendirian menghalanginya

Keadilan yang dapat dibeli membunuh mimpi, hari esok kami pun menumpahkan darah

Tidak berguna kami katakan dan membakar setumpukan kenangan

Astronaut [Indonesian Translation v.1][Shiina Mota/PowapowaP][Hatsune Miku]

Astronauts

 “Astronaut”

Jika saja makan malam nasi dan karinya
Aku telah memakannya, apakah kamu senang?
Dirimu berkata dengan wajah masam
Aku tidak harus mencoba untuk memakannya

Jika saja diriku memiliki keberanian
Melawan orang-orang yang menggangguku, maka
Dirimu sekarang ini sedikit lebih banyak
senyuman terlihat darimu, itu mungkin saja

Jika saja diriku hidup sendirian,
Dirimu tidak akan terlibat pada masalahku
Tetapi, jika begitu,  tanpa akan mengenalmu
Diriku menjalani hidup, itu mungkin saja

Jika saja diriku seorang pembohong,
Apakah diriku ini dicaci-maki olehmu ya?
Ada sangat banyak “pengandaian seumpama”
Di ruangan ketika aku sendirian, mereka muncul

Hari dari kekosongan
Hari itu terdapat celah
Telah banyak “seumpama” yang bocor darinya
Keluar

Sekarang menutup mataku
Juga telingaku aku mulai berjalan
Suara milikmu dan juga senyumanmu
Tidak lagi terasa, namun mungkin tak apa-apa

Yang tidak kuinginkan
Ingatan itu saja
Dapat dihapus seandainya
Aku mengharapkannya

Jika saja diriku seorang yang jujur,
Inilah yang terakhir akankah kamu percaya?
Pasti dirimu menunjukkan senyuman
Semua kuketahui, bukankah begitu?

Berkali dirimu kuberitahu, tetapi
Itu tak tersampaikan, betapa “anehnya?”
Bertemu denganmu, hanya menginginkan itu,
Tetapi kakiku gemetaran “kamu patut menerimanya”

Jika saja diriku masih bisa hidup,
Untukmu demi menunjukkan lagu yang kubuat
Tetapi karena malu tidak dapat terdengar
Ingin menyanyikannya, olehku suatu hari

Tersampaikan juga bagus, padamu suatu hari

Sekarang menutup mataku
Juga telingaku aku mulai berjalan
Suara milikmu dan juga senyumanmu
Tidak lagi terasa, namun mungkin tak apa-apa

Sekarang menutup mataku
Juga telingaku aku mulai berjalan
Suara milikmu dan juga senyumanmu
Tidak lagi terasa, namun mungkin tak apa-apa