Enmei Chiryou [Neru][Kagamine Rin/IA][Indonesian Translation v.1 (85%)]

life_prolonging_treatment

“Operasi Perpanjangan Hidup”

Ketidaksadaran memenuhi tubuh ini
Ini hanya ini, ada kebahagiaan
Lihatlah ke barat, boneka dimainkan
Lihatlah ke timur, operasi mengalami kesulitan

Sungguh aneh
Kepalaku ?
Hidup menyesakkan napas tak paham
Tergila diriku oleh sepasang pisau
Yang tak tercabut ?

Kegelapan di antara mesin dan harga diri pasien
? saling menyakitinya
Operasi yang suram, tidak jelas, tersembunyi
Terserah, dari sini bawa aku pergi
[Lihat, tampak mengantuk]

Nadi tak biasa menggetarkan jembatan
Suara jemu ku, menyerukannya
Terus terang tertendang ke samping
Langit aku menertawakannya

Tertinggal di tabel pengoperasian
Diriku yang kemarin sedang menangis
Keajaiban, hari esok bergantung padanya
Apakah yang seharusnya diharapkan?

Kebebasan dari mata masa depan, gejalanya telah memuncak
Diri kita mengira akan bertemu lagi dan saling berpelukan
Utopia yang hilang, bangsal pengasingan
Sesuatu sejak lama ku sadari

Cukup mengatakan hari ini dan esok itu pasti jadi lebih mudah, ya ‘kan?
[Semua akulah yang bersalah] [Semua akulah yang bersalah]
Orang dewasa yang selama ini aku mimpikan, aku tak bisa menjadi dirinya
Begitulah, harus menjadi apa diriku?

Hidup, panjangkan hidupku
Bukti, bukti permasalahan
Penyesalan, penyakit penyesalan
Bagaimana?

Kanashimi no Nami ni Oboreru [Neru][Kagamine Len][Indonesian Translation v.1 (90%)]

kanashimi_no_nami_ni_oboreru

“Tenggelam di Ombak Kesedihan”

Tungkai dan lengan tumbuh keduanya
Yang bisa ku cintai juga tumbuh dua, dan tiga
Jadilah anak yang pintar

Mereka tumbuh dengan kelajuan yang bodoh
Tidak perlu untukku membuangnya?

Itulah mengapa untuk banyak dicintai
Diriku yang tamak ini akan, suatu hari

Berhenti untuk mencintai diriku yang kaku ini
Aku pun memutuskan itu  diriku  diriku

Hidup yang dianugerahi oleh Tuhan
Ini telah aku terima dari ibuku  diriku

Tidak aku gunakan seperti orang lain
Aku buang bersama tumbukan sampah

Tanpa seorang yang berharap kepadaku
Pengangkatan tirai telah menghampiri

Tirai yang terangkat di pertunjukan drama kehidupan
Tanpa seorang penonton pun

Aku tenggelam di ombak kesedihan
Aku tenggelam di ombak kesedihan

Tampaknya hatiku ini menderita penyakit serius
Tiada obat yang bisa melawan  apalagi

Memalukan mengakuinya dengan kehidupan semacam ini
Untuk ke dokter ku tak punya uang

Itulah mengapa luka ???????  suatu hari
Kekosongan yang menetes dari luka itu meluap
Seperti aku yang sedang muntah

Gadis berambut panjang membaca di pojok kelas
Gadis yang selalu dingin itu dihormati

Karena aku menyukai dirinya, aku pun diejek
Menerima perundungan

Aku tenggelam di ombak kesedihan
Aku tenggelam di ombak kesedihan

Sorakan di Odakyuu keberangkatan pertama setiap pagi terdengar
Aku melompat lagi ke kakiku, itu membunuh hari-hariku

Demi bisa hidup, demi bisa makan
Banyak hal penting milikku yang telah aku jual

Tidak peduli berapa lama waktu berlalu, lubang besar ini
Tak akan pernah terisi

Aku tenggelam di ombak kesedihan
Aku tenggelam di ombak kesedihan
Aku tenggelam di ombak kesedihan
Aku tenggelam di ombak kesedihan

Ayano no Koufuku Riron [Jin/Shizen no TekiP][IA][Indonesian Translation v.1]

ayano_no_koufuku_riron

“Teori Kebahagiaan Ayano”

 

Terpikirkan olehku, lagi, itu tentang keluarga
[Ayano itu kakak kalian, maka semuanya tolong saling berbaikan]

Bertembok bata merah, di rumahku yang kecil
Mereka saling berbisik, rencana rahasia kelihatannya
Di balik tiga pasang mata yang terbawa ke mari
Dari orang dewasa tersembunyi masa lalu

Wajah yang ketakutan [diriku ini monster, begitulah]
Diriku pun berkata [itu tidak mungkin benar]
[Warna merah adalah warna seorang pahlawan, janganlah kalian takut, itu bagus]

Hal-hal yang menarik penasaran hari ini menjadi seorang kakak
[Sini, lihatlah] aku mengenakan syal warna merah
[Seperti agen rahasia]

Mata yang merah, tenggelam, mari dimulai yang sekedar “bermain menjadi pahlawan”
[Walau sedikit saja dapat tersenyum] sekarang tetaplah keluarga

[Kebahagiaan] ku harap, sekarang dan di masa depan namun ada kesedihannya pun
[Kalimat ini rahasia, ya] dengan bahagia matahari terbenam

Angin musim semi berhembus dunia tempat orang dewasa
Tidak rasionalnya pasti ditinggalkan kelihatannya
Begitu banyak menghilang air mata orang yang tercinta
Tiada yang menyadarinya, menjadi gelap

Semua sudah gila, namun ku sadari
Tak akan ku beritahu siapapun
[Tidak, tak mungkin, itu akan hancur]
Dunia yang bisa kebahagiaan berakhir

[Mata yang merah, ku mohon, cukup sudah, masa depan seorangpun jangan kau hancurkan”
Sambil menangis lagi, memikirkannya senyum ini menyembunyikannya, ah.

[Mata yang merah, jika itu pada diriku masa depan seorangpun terselamatkan mungkin]
Sungguh kikuk dan memalukannya inilah rencana kesepianku

Aku telah tiada agen rahasia yang waktu itu
Selalu tertawa dan juga akur mungkin saja
Pasti, pada diriku akan merasa kecewa
Tetapi, selalu jadi “kakak” apakah selama ini

Coba ingatlah lagi kata yang kita selalu cintai
[Kebahagiaan] hal yang sepertinya aneh
Hari kemudian mohon cintailah

Abstract Nonsense [Neru/OshiireP][Kagamine Rin][Indonesian Translation v.1]

rin_abstract_nonsense

“Omong Kosong Abstrak”

 

Teori tidak berguna tanpa punya pendengar
Di tengah jalan mereka pun terhancurkan
Dianyam pada tali pengikat, rencana masa depan
Fantasi perdebatan

Kudengarkan lebih dekat ceritanya omongan mereka
Sebenarnya anak itu boneka hitam putih
Dalam hati itu terpelihara pemiliknya
Simfoni pengarahan

Ah, padaku tanda harga tempelkan
Ah, hidup pun tak bergerak seperti yang ditunggu
Putar angkanya

Betapa tak berguna, aku ingin berhenti, dari jendela ku keluarkan wajahku
Betapa membosankan, aku sudah lelah, membunuh diriku tidak berani
Betapa tak berguna, aku ingin berhenti, pergelangan tangan aku suntik
Betapa membosankan, aku sudah lelah, kue aku makan mengambil napas terengah-engah

Siapapun dan dia bergantungan terombang-ambing
Sekrup di kepala jumlahnya serba kekurangan
Dengan dua pekerja paruh waktu, kehidupanku
Pabrik pertemanan

Antena diangkat ceritanya omongan mereka
Sebenarnya anak itu monyet media massa
Dengan suara keras mereka mengadakan penipuan
Pengki keberadaan

Ah, kamu juga datanglah kemari
Ah, seperti itu berapa banyak orang kamu bunuh?
Putar angkanya

Betapa tak berguna, aku ingin berhenti, di dada pisau aku tusukkan
Betapa membosankan, aku sudah lelah, menyakiti diriku tidak bisa
Betapa tak berguna, aku ingin berhenti, membiarkan diriku tenggelam
Betapa membosankan, aku sudah lelah, memikirkan itu yang selama ini aku lakukan

Ah, seperti pengemis kamu merangkak
Ah, terselesaikan buktinya tak akan pernah
Putar angkanya

Betapa tak berguna, aku ingin berhenti, ke jalanan aku melompat
Betapa membosankan, aku sudah lelah, di perjalanan aku pun kabur

Betapa tak berguna, aku ingin berhenti, di keningku pistol aku arahkan
Betapa membosankan, aku sudah lelah, hanya bisa mengkhayalkan bunuh diri oh
Kuingin menangis, ini menyakitkan, tak bisa bergantung pada siapapun oh
Suara inipun mereka abaikan, secara sederhananya aku ini hanyalah sebuah sampah

Besok pastinya akan hujan