Celotehan tertulis – Pendidikan bag.1

Ketika membicarakan pendidikan, itu sungguh membuat kepalaku pusing. Mengapa tidak? Ada kurikulum.. karakter.. kompetensi.. blah blah.. menyebalkan. Namun saya peduli dengan ini. Ada perbedaan antara pekerja dan pelajar. Masalahnya adalah ‘belajar’ dianggap ‘pekerjaan’ atau ‘kebutuhan’. Keduanya sebenarnya bukan masalah besar.

Mengapa tidak setiap orang rajin? Itu susah bagiku untuk menjelaskan. Apakah pelajar yang menghabiskan waktu untuk hal non Akademis itu berarti dia malas? Apakah pelajar yang hebat di akademis dan buruk di non Akademis disebabkan karena pelajar tersebut rajin? Entahlah. Jika ‘belajar’ adalah ‘pekerjaan’, siswa belajar untuk mencapai target. Jika ‘belajar’ adalah ‘kebutuhan’, siswa belajar untuk mendapat apa yang dibutuhkannya. Mereka sama, kelihatannya.

Itu bukan masalahnya, ya? Bagaimana dengan ‘kebiasaan’ dan ‘kesukaan’? Akan bagus jika setiap pelajar belajar karena itu adalah ‘kebiasaan’ atau ‘kesukaan’, benar? Apa kita membicarakan No Game No Life? Pelajar dengan ‘kebiasaan’ belajar lebih seperti.. pelajar yang biasa membaca atau semacamnya, aku pikir. Umumnya orang mempelajari sesuatu karena dia menyukai sesuatu itu.

Suka, ya? Orang menyukai sesuatu.. “Ini menarik.” “Menakjubkan.” “Itu menyenangkan.” Jika aku mengambil bagian “Itu menyenangkan”, maka.. aku akan melihat-lihat pendidikan di negaraku. Untuk menyukseskan pendidikan, Indonesia mencoba sebuah konsep.. ‘kelas yang menyenangkan’. Bukan ide buruk sebenarnya. Tetapi apa yang ‘menyenangkan’? Apakah itu sesuatu yang membuat siswa menikmati kelas atau sekedar pelelepasan stres? Aku tidak tahu, aku bukan siswa yang merasakan kurikulum 2013 terevisi.

Jika aku mengambil bagian “Ini menarik”, maka.. aku akan melirik masa lalu sedikit. Biarkan aku berimajinasi! Seorang siswa terjun ke dunia keputusasan, namun dia menemukan sebuah harapan yang memberinya sayap untuk meninggalkan keputusasaan itu. Harapan itu adalah “Pelajaran ini menarik”.

Apa yang telah aku lakukan? Aku seharusnya mengerjakan pekerjaan rumahku, bukannya membuang waktu melakukan ini? Harus bagaimana lagi, sangat lama sejak aku menerbitkan pos semacam ini. Mari lanjutkan!

..