Subversi kiri: bertahap melempar kapitalisme

Tulisan ini didasarkan pada kumpulan pengalaman-pengalamanku yang kacau (tidak teratur) tetapi entah kenapa bisa disambung-sambungkan menjadi sebuah pemikiran. Pertama, aku akan berbicara sedikit tentang sebuah podcast yang pernah aku dengar dari channel Aufhebunga Bunga yang berjudul Übermenschen of Capital. Di bagian pertama (pt. 1), dibicarakanlah masalah entrepreneurship dan hubungannya dengan kapitalisme. Agak sulit mengikuti karena berbahasa Inggris dan cukup mendalam (setingkat Doktor kali ya?), tetapi aku coba ikuti. Ada yang salah dengan entrepreneurship saat ini karena ia dilihat sebagai cara untuk menjadi kaya. Jadi, yang sebenarnya ada adalah kekaguman pada orang-orang kaya yang ini berbahaya karena kekayaan adalah hasil penimbunan dan akumulasi kapital yang berlebihan semacam itu bisa dilihat sebagai penindasan. Ini menjadikan entrepreneurship semacam perlombaan yang kreatif antara orang-orang dengan saling menindas untuk mendapatkan kekayaan. Dalam hal ini, entrepreneurship tidak dilihat sebagai usaha atau perjuangan untuk membangun sebuah usaha tetapi cara-cara yang dapat dilakukan (dengan bentuk penindasan yang kreatif) untuk menjadi kaya. Ia sepatutnya dipahami sebagai usaha untuk membangun usaha secara bersama-sama dan bermanfaat bagi semuanya, setidaknya bagi semua orang yang terlibat dalam membangun usaha itu.

Kedua, halaman Facebook dari anarkis.org eh salah, setelah saya cek, ternyata halaman Facebook K i d a l i s a s i terselubung Ыуат pernah menulis pos yang menunjukkan kira-kira bagaimana sebuah usaha dibangun dalam masyarakat anarkis (dengan contoh yang nyata). Dalam pemahamanku, apa yang ditunjukkan dalam pos ini dekat atau tepat dengan apa yang disebut market socialism. Dalam sosialisme pasar, proses produksi berjalan sesuai kaidah-kaidah sosialis atau sebut saja mode produksi sosialis tetapi hanya saja mekanisme pasar dibiarkan tetap ada untuk munculnya demand atas produk.

Ketiga, sepotong kecil pengetahuan yang berhubungan dengan postmodernisme mengenai consumer society. Dalam masyarakat konsumer, segalanya berjalan secara jauh berbeda dengan jenis masyarakat sebelumnya. Segalanya telah menjadi rumit, misalnya masuknya nilai-tanda ke dalam komoditas dan bagaimana orientasi masyarakat telah bergeser dari memproduksi ke mengkonsumsi produk sebanyak-banyaknya.

Yang pertama mengemukakan masalah entrepreneurship dalam kapitalisme dan masalah itu sepertinya diselesaikan oleh yang kedua dengan apa yang disebut sosialisme pasar dan yang kedua ini nampaknya lebih responsif mengenai keadaan zaman (yang dikemukakan oleh yang ketiga) bahwa masyarakat saat ini (terutama generasi muda) saya yakin tidak akan siap dengan (sebut saja) perekonomian non-pasar. Pada intinya, saya ingin mengatakan bahwa usaha overthrowing capitalism perlu berubah dari cara-cara yang revolusioner dan maskulin ke usaha-usaha yang subversif dan lebih applicable (sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini). Masalah utama mungkin adalah bagaimana terpaan informasi yang ‘ke-kiri-an’ ini (seperti di atas) lebih banyak dapat dimunculkan di media-media arus utama (daripada isu-isu politik dangkal yang tidak jelas). Ini diperlukan agar kita bisa ‘menyelamatkan’ generasi baru dari narasi-narasi kanan. Generasi lama mah sudah terlanjur kacau-balau.

Taktik yang berlingkup lebih luas dan untuk jangka panjang adalah memenangkan subversi, membuat benteng, dan memperluas wilayah. Misalnya, pertama kita memenangkan narasi entrepreneurship yang sosialis(tik). Kemudian, narasi ini dicobapertahankan dari serangan narasi yang kapitalistik bersamaan dengan melakukan perang narasi terhadap sisi-sisi atau wilayah lain. Ide ini terinspirasi pemikiran postmodern Foucault, Giddens, dan Bourdieu (promosi). Menurutku, ketika wakil-wakil rakyat tidak bisa diharapkan apalagi fobia komunisme masih belum dapat disembuhkan, cara-cara seperti ini diperlukan.

PESAN PENTING:

YA MBOK JANGAN BERKELAHI, WAHAI MARXIS DAN ANARKIS! TUJUAN KITA SAMA!